22.11.08

Give Her a Sensual Massage

Give Her a Sensual MassageShe loves massages and she loves sex, so wouldn't it be spectacular if you could combine the two acts and create a night that she won't soon forget? Before Starting, there are some things you need to think about before you jump right into the sensual massage:

* Your hands must be clean and your nails trimmed.
* Your hands should be warm.
* Never apply the oil or lotion directly onto her body; place a good amount in your hands, rub them together, and then begin the massage.
* Start out with a light touch; your objective is to arouse her, not bruise her.


Give her a full-body sensual massage

This doesn't mean that you should attempt the tedious task of massaging every square inch of her body. Rather, give her a sensual massage with your body. Your hands aren't your only tools; make good use of your oiled arms, chest and stomach.

If you don't think that she'll fully appreciate your torso, feel free to put your mouth and tongue into the sensual massage mix instead. Kissing, licking and warm breath on flesh are usually welcomed with an erotic response.

Use your hands in different capacities
While you use one hand to caress her body, use the other to explore her on the inside. In particular, find her G-spot with your finger and bring her to an earth-shattering climax. This would be an ideal time to incorporate the blindfold, as removing one of her senses will increase the stimulation she'll feel from your sensual massage.

Head to the erogenous zones
We all know the parts of a woman's body that get the most attention. Areas like the vagina, nipples and feet are targeted because men often don't know that a woman can be aroused in other locations. Her wrists, fingers, ears, the back of her neck, and the insides of her elbows and knees are probably visited as often as tourists travel to Iraq.

Give her a sensual bath
A sensual massage need not be limited to land lovers. If the oil has become too much for you, you can give her a sensual bath. Simply fill the tub with some warm water and bubbles, blindfold her and put her in the bath. You have the option of getting in with her, but you'll likely have more freedom to maneuver and focus on the task if you stay out.

get your rub on
The art of massage, and particularly sensual massage, has taken a backseat when it comes to sex. Be an original lover and give her a night that she will want to repeat. Remember that if you treat her to this, chances are that she'll repay you with a little favor that you'll greatly appreciate.

21.11.08

Teaching Kids About Sex (Part 3)

There are few situations that fill parents with more dread, confusion, and anxiety than talking to kids about sex. Thankfully, Sharon Maxwell, Ph.D., author of The Talk: What Your Kids Need to Hear from You About Sex (Penguin), offered to give us a hand and answered questions about the issues that have Cookie staff members freaking out.

My 6-year-old daughter wants cleavage. She has actually told me, "Mom, I want this shirt to be down here [pushing her T-shirt collar down] so it can show that part (showing her breast bone area) like yours does. That's pretty." How does she know that cleavage is considered attractive? I don't show cleavage. I don't even have any cleavage. Additionally, the babysitter says that my daughter stares at her boobs all the time. How do 6-year-olds figure out that boobs are "interesting"?

Your daughter is surrounded by a culture that assigns attention and power to this thing we call "sexy." We think that because our kids have not experienced the hormonal changes of puberty, they don't pick up on these messages, but they do. Very young girls are being taught that "shaking their booty" is a way to make people pay attention to them and to gain prestige among their peers. I've had an 11-year-old in my office in tears because she thought she needed a "boob job." Marketers are actively pursuing kids of all ages with the importance of looking and acting "sexy."

There are many problems with this picture, not the least of which is that our daughters are putting aside other vital aspects of their development to pursue this thing called sexy. Being the smart girl or the talented girl or the athletic girl is less appealing than being the sexy girl. The American Psychological Association has linked the early sexualization of girls to eating disorders, depression, and low self-esteem. Little girls need to hear from us that cleavage and all that goes with it are for when they get older.

I love the line "In our family...," as in, "I understand that you might be hearing a lot about being sexy. In our family, we believe that all this sexy stuff is for when your body begins to change into a grown-up body. Your body is a child's body, so you don't need to waste your time thinking about cleavage and sexy stuff. If you hear about that stuff in school, I hope you will come to me so I can tell you what it's really about." Pay attention and listen, see what else she knows and has heard.

Tiga Posisi Terbaik Didalam Bercinta

Pada dasarnya, ada tiga posisi yang paling utama yang dapatdari pengalaman khusus umat manusia, yakni gaya kepiting, Dok-al-Arz (dari bahasa Arab), dan posisi kuda (modifikasi dari posisi missionary)

Kepiting:

Ini sama sekali bukan doggy style, pria dan wanita dalam posisi berbaring berhadapan. Pihak pria melakukan penetrasi diantara kaki pihak wanita, sedang salah satu kaki pihak wanita melintang melewati salah satu paha pihak pria. Posisi ini memungkinkan untuk pihak pria melakukan penetrasi mendalam dan memberikan rangsangan lebih pada klitoris.

Dok-al-Arz

Ini merupakan posisi yang paling terkenal di Arab (dari awal 1400-an), yang dituangkan dalam buku Kebun Wewangian Perfume Garden yang ditulis Muhammad ibn Muhammad al-Nafzaw.

Gaya ini direkomendasikan bagi pihak pria yang mengharapkan pihak wanita terus bermain cinta padanya. Gerakannya cukup mudah, pria duduk di tepi tempat tidur, dengan kaki berpijak pada lantai. Sedang pihak wanita berdiri dihadapannya sambil terus memberikan ciuman. Pihak wanita yang bertindak melakukan penetrasi dengan terus memberikan mencium sambil melingkarkan kaki di pinggang pria. Dalam posisi ini wanita yang memegang kontrol. Kehebatan dari gaya ini adalah adanya stimulasi klitros dan G-spot, bahkan bagian T-zone yang berada di balik dubur.

Gaya Kuda

Gaya ini merupakan favorit dari gaya seks Tao. Kehebatan gaya ini adalah memberikan ereksi maksimum pada pihak pria, dan pihak wanita mendapat penetrasi mendalam, serta stimulasi G-spot, demikian juga dengan T-zone penuh.

Pihak wanita berbaring di tempat tidur yang tinggi atau meja, sedang pihak pria dalam posisi berdiri. Wanita dalam posisi mengangkang serta mengangkat lutut hingga ke dada, sementara pria melakukan penetrasi.

Soal gaya bercinta, dari jaman ke jaman sebenarnya sangat banyak pilihan yang dapat diambil sebagai variasi. Tapi dalam sepanjang sejarah tiga posisi tersebut yang dianggap paling baik.

Fantasi Seksual Wanita

Fantasi Seksual WanitaBila Anda pikir hanya pria yang suka berfantasi seksual, maka pikir sekali lagi. Lagipula, setiap orang butuh berfantasi karena bisa menyalakan gairah dan menghindari kebosanan. Menurut situs askmen.com ada 5 fantasi seksual yang paling sering dibayangkan kaum hawa. Apakah salah satunya juga milik Anda?

1. Dominasi
Wanita memang suka dengan pria yang romantis sekaligus mampu bersikap seperti pemimpin. Tapi, kalau mau jujur, kadangkala kita juga ingin bertukar peran dan menjadi "ratu" di tempat tidur. Kitalah yang menentukan posisi apa dan meminta si dia menstimulasi titik-titik sensitif yang kita inginkan. Membayangkan si dia takluk dan memuja kecantikan kita seringkali membuat adrenalin cepat terpacu.

2. Pria yang dominan
Wanita moderen dan mandiri sebenarnya berharap pasangannya punya sikap berani dan tahu harus melakukan apa. Wanita dalam kelompok ini lebih suka bila pasangan mereka menguasi teknik-teknik bercinta. Rayuan, gerakan tangan yang menelusuri leher bagian belakang, hingga desah napas yang terasa di pundak, merupakan bagian dari "keterampilan" yang diharapkan kaum wanita dari pasangannya. Dominasi pria dibutuhkan wanita untuk memenuhi rasa feminitas mereka.

3. Jadi Guru/Murid

Apa yang ada di benak wanita memang sebuah misteri. Siapa sangka kalau banyak wanita yang suka membayangkan mereka berpakaian seperti ibu guru atau murid lalu "dihukum" oleh pasangannya.

4. Bercinta dengan pujaan

Membayangkan bermesraan atau bercinta dengan orang lain, entah itu aktor ganteng atau orang yang diam-diam dikagumi, merupakan fantasi seksual yang paling sering dilakukan wanita. Selain itu, para wanita juga sering membayangkan pria pujaannya membisikkan kata-kata mesra, bersikap romantis serta memuji kecantikan.

5. Jadi penari erotis
Punya tubuh molek dan berlekuk indah serta menari erotis di depan pasangan yang menatap tak berkedip pada Anda, tentu sangat menyenangkan. Sayangnya, kita sering malu mewujudkan imajinasi itu. Padahal, bagaimana pun bentuk tubuh Anda, si dia pasti akan senang menikmati "sajian pembuka" nan menggoda dari Anda. Dijamin, si dia makin tak sabar masuk ke "sajian utama".

Capek Cemburu? Coba Atasi!

Setiap orang pasti pernah merasakan detak gemuruh dalam dada saat dilanda cemburu. Bila itu terjadi pada Anda, coba atasi dengan cara sederhana ini.

1. Minum air putih paling sedikit tiga gelas.

2. Tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan sekuat mungkin. Lakukan minimal 50 kali. Dijamin Anda kelelahan sendiri dan lupa pada rasa cemburu.

3. Anda juga bisa memutar musik dengan kencang, terutama musik beraliran keras. Cobalah ikut bernyanyi.

4. Sementara, simpan semua benda-benda yang bisa mengingatkan Anda padanya.

5. Alihkan pikiran pada hal-hal lain yang lebih positif. Misalnya, rencana masa depan yang menantang. Konsentrasikan terus bila selalu gagal. Jangan pernah menyerah pada rasa cemburu.

6. Pergilah ke pantai. Pandangi lautan bebas dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin.

7. Anda juga bisa berenang, karena ini merupakan cara jitu mengatasi sesak di dada akibat cemburu.

8. Jangan mencari pelarian dengan mengonsumsi makanan secara berlebih karena pada akhirnya justru akan menambah masalah baru, yaitu kegemukan.

9. Temui sahabat lama. Bernostalgialah bersama. Usahakan kenangan yang menyenangkan saja.

10. Anda boleh kok, menangis sepuas hati.

11. Jangan lupa berdoa dan pasrahkan seluruh keadaan pada Tuhan. Mintalah petunjuk langkah apa yang harus ditempuh untuk mengatasi masalah cemburu Anda.

Teaching Kids About Sex (Part 2)

Teaching Kids About SexThere are few situations that fill parents with more dread, confusion, and anxiety than talking to kids about sex. Thankfully, Sharon Maxwell, Ph.D., author of The Talk: What Your Kids Need to Hear from You About Sex (Penguin), offered to give us a hand and answered questions about the issues that have Cookie staff members freaking out.

My 5-year-old daughter recently said to me, "I know that the baby comes out of the mommy, but can you show me where exactly? How does it come out?" What do I tell her?


Remember that your daughter does not have any of the sexually charged associations with her body that you do with yours. She simply wants to understand the biology of this amazing thing we call birth. This is a fantastic opportunity to solidify your role as the one she can always go to with private questions. Since she wants to know "exactly," tell her.

You might get her a book that shows all the parts of a woman's body and gives the real names for all the body parts. Let her know that she can find those same parts on her own body. Tell her that your body and her body have all the same parts, but that grown-up bodies are made to have babies and little-girl bodies are not. At the same time, put a boundary around this information. This is private information. Tell her that different families have different ways of talking about private things, and that you expect she will not discuss this with her friends. Remember you are sharing something truly miraculous. Don't treat it like a burden or an embarrassment, and you will set the stage for your daughter to establish a healthy relationship with her body and with you.

Cinta, Kok Selingkuh?

Cinta, Kok Selingkuh?Coba, deh, tanya kepada mereka yang berselingkuh, apakah masih cinta sama pasangannya? Banyak, lo, yang ngakunya masih cinta. Aneh, ya? Katanya cinta, tapi, kok, berselingkuh.

Itu sebabnya, komunikasi personal merupakan keharusan yang perlu dibiasakan sejak awal perkawinan. "Dengan saling ber-sharing , frekuensi dan intesitas komunikasi semakin tinggi, sehingga suami-istri akan semakin akrab dan lebih mengerti kebutuhan pasangan. Dengan begitu, relasi di antara mereka kian kokoh."

Tentu saja, agar pembicaraan berlangsung sebagaimana yang diharapkan, kepala dan hati Anda harus dingin. Anda pun harus pandai mencari momen yang tepat dan jangan sekali-kali menggunakan prinsip kalah-menang karena Anda akan terpancing untuk meledak-ledak dan ngotot hanya agar suami kalah dengan mengakui perselingkuhannya. Sementara dalam diri suami akan semakin subur ketidaksukaannya pada Anda yang sejak awal mungkin menjadi pemicu perselingkuhannya.

Jika pembicaraan menemukan jalan buntu, jangan ragu untuk mencari bantuan ahli yang bisa bersikap netral, bisa dipercaya kedua belah pihak, bijaksana, dan bisa menunjukkan jalan keluar terbaik dari kemelut rumah tangga Anda berdua.

Bertahan atau Berpisah?

Lamanya waktu pacaran bukan jaminan si dia adalah orang yang tepat untuk dijadikan partner seumur hidup. Ini saatnya meneliti, apakah si dia memang jodoh Anda. Bila tanda-tanda ini banyak Anda rasakan, barangkali Anda dan dia memang hanya cocok sebagai teman.

1. Yang diingat hanya hal buruk
Bukannya membayangkan hal romantis bersama si dia, Anda justru bete setiap kali ingat kekasih. Di mata Anda, sikapnya selalu terlihat menjengkelkan.

2. Tak ada kejujuran
Tanpa disadari Anda sering melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Saat si dia mengajak nonton, Anda lebih suka berkumpul dengan teman-teman dan mengaku sakit pada kekasih. Anda juga mulai pintar mencari alasan untuk menyudahi obrolan di telepon dengannya.

3. Cinta jalan di tempat
Anda selalu menghindar bila kekasih mulai membicarakan soal masa depan. Anda juga tak bisa membedakan apakah belum siap atau memang merasa tak cocok dengannya sehingga masih belum yakin akan mengakhiri hubungan di pelaminan dengannya.

4. Kangen? enggak pernah
Saat Anda sedang tak bersamanya, kekasih tak pernah ada dalam pikiran Anda. Bahkan, tak ada rasa rindu yang membuat Anda ingin menghubunginya.

5. Kurang memenuhi kriteria idaman
Memang tak ada mahluk yang sempurna, tapi entah mengapa Anda kurang pede untuk mengenalkan kekasih kepada keluarga atau teman-teman Anda. Keengganan tersebut bisa karena perbedaan keyakinan, penampilan, atau penghasilan.

6. Tak ada getaran
Anda tak terkesan dengan usahanya meski si dia menghujani Anda dengan segepok perhatian dan royal memberi hadiah manis.

7. Tak cemburu
Anda tak pernah cemburu saat kekasih pergi dengan teman wanitanya atau asyik ngobrol di telepon dengan seseorang yang Anda tahu adalah wanita.

8. Anda tertarik pria lain
Anda baru berkenalan dengan seorang pria dan entah mengapa Anda merasa cocok bersamanya dan berharap pria tersebut masih single.

9. Tak bergairah

Anda selalu menghindari bermesraan dengannya, jangankan dicium, jalan sambil bergandengan pun Anda malas. Makin lama, keinginan untuk berdekatan dengannya pun pupus.

10. Drama queen
Hubungan yang datar, tanpa konflik bisa membuat bosan. Hal inilah yang sekarang Anda rasakan. Akibatnya Anda jadi gampang uring-uringan dan sering mencari-cari masalah untuk diributkan.

Cinta Kilat - Bagaimana Menyiasatinya

Cinta Kilat - Bagaimana MenyiasatinyaBaru sebulan berkenalan, langsung memutuskan menikah. Mungkinkah? Lalu, dapatkah cinta kilat bertahan lama? Setiap orang pasti punya pandangan berbeda-beda mengenai hal ini.

Sudah pasti, jatuh cinta secepat kilat dapat sangat menyenangkan tetapi juga dapat menakutkan. Anda bingung, haruskah diteruskan, merayakannya karena merasa sudah menemukan tambatan hidup, atau justru mengerem perasaan dan hubungan karena takut akan patah hati? Nah, agar tak terlanjur patah hati dan merasa sakit berkepanjang, ada sejumlah saran yang bisa jadi Anda perlukan.

* Bebas berpendapat
Orang yang menghabiskan waktunya menganalisa apa yang terjadi dan memilih jalan aman, pasti bukan tipe romantis. Walaupun demikian, ada perbedaan besar antara cinta kilat dan perasaan tak terkendali. Jadi, tanyakan diri Anda, bila kekasih baru meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai, misalnya pergi ke kelab malam yang menyeramkan pada kencan kedua, apakah Anda bisa menyatakan keberatan tanpa merusak suasana?

* Menunda tanpa menyakiti
Bila merasa segala sesuatu terlalu cepat terjadi, Anda berhak untuk mengatakan "Tidak" pada hubungan tersebut. Bagaimanapun, hindari kata-kata, "Saya rasa tidak perlu terburu-buru" atau "Saya memerlukan ruang." Kalimat-kalimat klise ini hanya akan memunculkan tanda bahaya dan membuat kekasih berpikir Anda sedang mencoba mundur.

* Tahu batas

Sebelum memutar nomor teleponnya untuk kelima kalinya dalam satu hari hanya untuk mengatakan apa yang Anda rasakan untuk yang kelima kalinya pada hari yang sama, pikirkan kembali! Tidak berarti setiap dorongan hati harus selalu direalisir. Orang dapat salah menafsirkan. Jangan menganggap orang lain mempunyai perasaan dan penafsiran yang sama dengan Anda. Sebaiknya duduk tenang dan nikmati ketenangan Anda.

* Tunda membicarakan masa depan
Membahas mimpi masa depan dengan kekasih baru Anda tampaknya romantis. Namun menceritakannya terlalu sering dapat berarti lampu merah. Soalnya, semua itu menunjukkan bahwa pikiran Anda lebih cenderung pada hubungan tersebut dan bukan pada orang yang berada di depan Anda. Bila topik pembicaraan Anda cenderung untuk ke arah itu, sebaiknya cari tempat, waktu, dan suasana yang tepat seperti berjalan kaki di taman yang sepi, yang membuat dia mau tidak mau memusatkan perhatiannya kepada apa yang Anda katakan.

* Tunda bilang "Aku cinta padamu"
Bila Anda berada pada suatu hubungan yang dirasa sudah pas, pasti Anda akan sangat tergoda untuk mengutarakan ketiga kata tersebut di awal hubungan. Pada saat merasa ingin mengatakannya, hitung sampai sepuluh, lalu pulang, dan katakan ketiga kata tersebut pada kucing kesayangan dii rumah.

Teaching Kids About Sex (Part 1)

There are few situations that fill parents with more dread, confusion, and anxiety than talking to kids about sex. Thankfully, Sharon Maxwell, Ph.D., author of The Talk: What Your Kids Need to Hear from You About Sex (Penguin), offered to give us a hand and answered questions about the issues that have Cookie staff members freaking out.

My 4-year-old nephew keeps pulling down girls' shorts and lifting up their skirts at the playground. His parents keep telling him to stop, but he doesn't. Is this just a phase, or do his parents need to take more drastic action?

Drastic action isn't necessary. It is quite common for children your nephew's age to have a great deal of interest in looking at "private" parts. Parents can respond as they would to any socially unacceptable behavior. At his eye level, in a clear, calm voice, tell him that it is not okay to touch other children or pull their clothes, and remove him from the playground for five minutes. He can then return and try again.

Sometimes the way we respond inadvertently supports the negative behavior. Let's look at this from your nephew's point of view. I imagine that when he causes these playground episodes, a great deal of excitement ensues—a big drama where he is the center of attention. Often when an adult sees children act in ways that look sexual, their first reaction is to gasp, laugh, or make a joke. Sometimes you can even hear a sense of pride in the parent's voice. Even if the parents do not respond this way, often other adults or children do. This kind of attention can be very exciting for a 4-year-old. When there is no gain, just a calm, consistent response, the behavior will eventually stop.