30.11.08

Masturbasi Ternyata Baik Untuk Kesehatan

Masturbasi Ternyata Baik Untuk KesehatanMendengar kata masturbasi sebagian besar orang akan berpikiran bahwa itu adalah tindakan yang melenceng dari moral, selama ini didalam kebudayaan timur yang lebih sering ditonjolkan adalah efek-efek negatifnya saja. Sebuah penelitian terbaru menghasilkan temuan yang cukup mengejutkan mengenai efek yang ditimbulkan dari aktivitas masturbasi.

Fakta yang ditemukan adalah bahwa masturbasi merupakan sebuah ekspresi seksual yang masih dikategorikan wajar dan sehat, serta memiliki lebih banyak efek positif dibandingkan dengan sisi negatifnya. Menurut penelitian tersebut efek masturbasi yang sebenarnya, tentunya jika dilakukan dalam kapasitas normal, baik bagi tubuh dan pikiran.

1. Menambah Pengetahuan

Para ahli seks mengatakan bahwa masturbasi adalah hal yang mendasar dalam memahami kesehatan seksual. Masturbasi adalah hal yang pertama kali, paling aman dan cara yang terbaik untuk mengetahui bagaimana cara kerja organ-organ seks.

2. Membantu Mengeksplorasi Diri Sendiri

Mungkin Anda tahu bagaimana cara melakukannya secara teori dan menjelaskannya dengan panjang lebar, namun sebenarnya kemampuan Anda dalam mengeksplorasi kenikmatan seksual adalah tak terbatas dan masturbasi adalah cara yang paling ampuh untuk bisa menemukan hal-hal yang baru.

3. Cara Ampuh Mengatasi Susah Tidur

Masturbasi adalah salah satu cara mengatasi insomnia alias susah tidur. Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 2000 orang wanita di AS, sebanyak 32% mengatakan bahwa mereka melakukan masturbasi dalam waktu tiga bulan terakhir agar bisa tidur nyenyak

4. Mengurangi Rasa Sakit

Bila Anda punya gangguan seperti sakit kepala, pusing-pusing dan kram akibat menstruasi, masturbasi dan orgasme seringkali juga bisa memberikan penghilang rasa sakit alami. Namun untuk kondisi-kondisi tertentu, seperti migrain, orgasme bisa bisa mengurangi rasa sakitnya atau malah meningkatkannya.

5. Mengurangi Stress

Beberapa studi menemukan beberapa efek relaksasi yang dihasilkan dari kegiatan masturbasi. Disamping keuntungan secara fisik, masturbasi adalah soal bagaimana Anda bisa mengatasi sendiri segala tekanan yang Anda alami di tengah kesibukan Anda, apalagi bila dibarengi dengan fantasi seks.

6. Bisa Mencegah Timbulnya Kanker Prostat

Ejakulasi yang dialami oleh pria ternyata juga terkait dengan timbulnya kanker prostat. Kelenjar prostat menghasilkan dan menyimpan suatu cairan dan cairan tersebut bisa jadi mengendap dalam prostat jika seorang lelaki lama tak mengalami ejakulasi.

Fokuskan pada bagian yang membuat Anda terangsang, tetapi cobalah jangan hanya merangsang bagian-bagian yang sudah sangat jelas. Anda bisa membuat diri Anda orgasme dengan merangsang penis atau klitoris Anda, tetapi akan menjadi lebih menyenangkan dan klimaks Anda akan lebih memuaskan, kalau Anda mengeksplorasi sebanyak-banyaknya bagian lain dari tubuh Anda.

Ada beberapa cara didalam melakukan masturbasi. Masturbasi akan bisa terasa lebih baik jika Anda mencoba sensasi yang sama sekali berbeda:
- tangan yang sudah dilumuri minyak atau krim.
- bulu
- bulu binatang palsu.
- selendang berbahan sutra.
- sikat untuk badan.
- spon mandi di bawah air hangat, kemudian ganti di air dingin.

Walau memiliki sisi positif, namun perlu diingat bahwa kegiatan masturbasi hanyalah sebuah opsi dan tak bisa dipaksakan kebenarannya. Ada segi-segi dan sudut pandang lain yang masih menganggapnya 'tabu' dan 'terlarang'. Paling tidak dari sisi kesehatan, kegiatan masturbasi ternyata juga mempunyai sisi positif jika dilakukan dengan proporsional tentunya.

28.11.08

Mitos Pernikahan

Mitos PernikahanIngatlah, memercayai mitos berarti Anda akan salah informasi. Kalau salah informasi, Anda akan keliru mengambil keputusan. Nah, saat keliru mengambil keputusan maka hasil yang akan didapatkan pasti salah besar! Jadi, agar Anda tak terjebak dalam mitos-mitos seputar pernikahan, lebih baik ketahui dulu kebenarannya.

1. Mitos: Masuk perkawinan berarti tenggelam dalam 1001 masalah.
Fakta: Jangan terlalu hanyut dalam cerita sinetron ah! Menikah atau tidak, Anda tetap berhadapan dengan masalah (pekerjaan, keuangan, keluarga, dan lainnya), kan? Adanya pasangan yang bisa diajak kerja sama, justru dapat meringankan beban. Bahkan perkawinan memberi banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dan potensi.

2. Mitos: Untuk menikah, lelaki dan perempuan harus memiliki pemikiran dan kebiasaan hidup yang sama.
Fakta: Secara fisik, lelaki dan perempuan diciptakan sebagai makhluk yang berbeda. Apalagi secara psikologis. Justru dengan pernikahan diharapkan Anda dan pasangan bisa menyatukan dua perbedaan untuk satu tujuan. Perbedaan lah yang akan membuat Anda dan dia saling belajar memahami, bekerjasama, menghormati dan mendukung.

3. Mitos: Menikah berarti memiliki teman kencan seumur hidup.
Fakta: Benar. Tapi ini bukan satu-satunya alasan Anda untuk menikah. Paling tidak, kini Anda tahu dengan siapa akan menghabiskan akhir pekan atau liburan. Suami atau istri tak hanya siap menjadi teman di setiap saat, tapi juga siap sebagai sahabat dalam suka dan duka.

4. Mitos: Perkawinan selalu menuntut romantisme.
Fakta: Kita hidup dalam dunia nyata. Bukan dalam dongeng atau sinetron. Romantis bukan berarti Anda harus ke mana pun berdua, kan? Atau mesra tiap saat sampai orang jengah melihatnya. Romantis bisa diwujudkan dengan cara sederhana, seperti berbagai cerita saat pulang kantor, berbagi sepotong burger, membantu memasak atau memilihkan kemeja kerja tiap pagi.

5. Mitos: Perkawinan yang bahagia tidak ada konflik.
Fakta: Memang, konflik yang tak kunjung selesai akan mengikis kebahagiaan. Namun, yang sangat bahagia pun tak lepas dari konflik. Tiap orang punya ketakutan dan impian yang berbeda. Dan mereka punya cara sendiri dalam menyelesaikan konflik. Yang tidak bahagia, akan saling menyalahkan dan menyakiti. Sedangkan yang bahagia, berusaha saling mengerti dan membantu mencari jalan keluar terbaik, tanpa saling menyakiti.

6. Mitos: Perkawinan ibarat menuruni gunung.
Fakta: Memang, sejak mencapai puncak kebahagiaan saat bulan madu, kebahagiaan akan terus mundur, mungkin sampai usia tua. Ada perkawinan yang setelah ‘mundur’, pantang maju lagi. Biasanya perkawinan seperti ini tak bertahan lama. Namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kebahagiaan perkawinan jadi makin besar dengan bertambahnya usia. Jadi, tergantung Anda berdua, akan membiarkannya terus mundur atau menghentikannya dan kembali bergerak maju seperti masa pacaran.

7. Mitos: Dalil perkawinan adalah 50-50 (baca: fifty-fifty)
Fakta: Nope! Dalam sebuah perkawinan kadang salah satu pasangan perlu mengalah, 70-90 % lah. Hubungan yang bahagia terjadi justru pada pasangan yang bersedia memberikan lebih dari 50 %. Pasalnya, keadaan orang tidak selalu sama. Ada kalanya menderita sakit, mendapat tugas ekstra berat, terkena PHK, sehingga keadaannya lebih ‘rentan’ dan memerlukan bantuan pasangan.

8. Mitos: Menikah = menjadi dewasa.
Fakta: Benar. Sebuah nasihat lama mengatakan, seseorang bisa dikatakan dewasa jika ia berani mengambil keputusan untuk menikah. Menikah memang tak bisa langsung menjadikan Anda lebih dewasa. Namun, tanggung jawab yang ada di pundak yang akan mengajarkan menjadi dewasa. Menikah memang bukan keputusan yang mudah, karena perkawinan yang sukses membutuhkan kerja keras antara kedua belah pihak secara terus-menerus.

Pentingnya Orgasme!

Pentingnya Orgasme! Siapa sih yang tidak menikmati saat-saat puncak sewaktu bercinta. Namun biasanya, semakin bertambah usia, orang cenderung semakin tak menaruh perhatian pada hal-hal terkait seks. Lalu apa hubungan diantara berkurangnya frekwensi orgasme dengan kesehatan kita?

Sebenarnya, orgasme bukan hanya sekedar inti dari sebuah hubungan seksual, namun juga memiliki fungsi penting bagi kesehatan. Alfrde Kinsey, seorang psikolog melakukan penelitian tentang kehidupan seksual pria dan wanita di tahun 1950-an, yang membuatnya jadi terkenal saat itu.

Dalam salah satu laporan yang dirilis, Kinsey menyebut seks terbukti mampu mengurangi stress. Bagi kebanyakan orang yang menikmati seks dan orgasme secara teratur lebih membuat mereka tak agresif dan tak melakukan tindak kekerasan dari pada individu yang kurang.

Studi yang dilakukan bertahun-tahun kemudian menunjukan bahwa frekuensi hubungan seksual dan orgasme memperkecil tingkat kematian pada pria dan wanita. Sebagai tambahan, seks juga mengurangi resiko penyakit jantung pada kaum wanita. Orgasme juga membantu tubuh kita memerangi segala macam infeksi. Dan inilah alasan kenapa pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif jauh dari penyakit.

Studi lain mengungkapkan kalau frekuensi ejakulasi mampu mengurangi resiko menakutkan dari kanker prostat. Studi ini juga menerangkan kalau bukan hanya resiko kanker prostat yang berkurang, tapi ferkuensi orgasme juga mampu mencegah rasa sakit waktu buang air kecil pada para pria di tahun-tahun senior mereka.

Sebenarnya, seks dan orgasme merupakan sebuah cara bagi tubuh kita untuk melepaskan stress dan kecemasan yang menumpuk sepanjang hari sejalan dengan aktivitas yang padat. Terlepas dari adanya bukti ilmiah atau bukan, yang perlu Anda sadari hanyalah bagaimana cara bersantai dan merasa tenang setelah Anda memperoleh orgasme dan Anda akan segera menyadari kalau tubuh Anda memang membutuhkan istirahat dari realitas.

27.11.08

Foreplay, Foreplay dan Foreplay!

Foreplay, Foreplay dan Foreplay! Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar. Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:

1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya

2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.

3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).

4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubunga seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.

5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.

Bagaimana menurut pembaca budiman? ada petunjuk lainnya?

26.11.08

Kondom dan Lelaki Papua

Kondom dan Lelaki PapuaMembaca artikel dibawah ini sungguh menyejukkan hati jika kita melihat dan menimbang dari sisi baiknya, penggunaan kondom bisa mengurangi resiko penularan penyakit seksual dan juga mengontrol pertumbuhan penduduk *ingat program KB yang masih digalakan pemerintah* silahkan membaca.

Minat kaum laki-laki untuk menggunakan alat kontrasepsi kondom di Jayapura, Papua cukup tinggi. Ini terbukti sejak berlangsungnya Pameran HIV/Aids di Kantor Gubernur Papua, 19-21 November 2008 (dari kompas online).

Kaum pria yang datang mengunjungi stan pameran milik LSM Internasional di lokasi pameran tersebut banyak yang meminta kondom kepada petugas pameran yang sudah disiapkan untuk dibagikan secara gratis dan kondom yang sudah diberikan sebanyak 6.000 lebih, jelas Yohanis Reawaru dari LSM Internasional di Jayapura.

Dikatakan, pihaknya sangat senang karena minat kaum pria di Jayapura untuk memiliki kondom cukup tinggi. Ini membuktikan bahwa mereka semakin menyadari betapa pentingnya alat tersebut untuk mencegah diri dari virus HIV/Aids. "Banyak kaum pria yang tidak malu-malu meminta kondom di stan pameran," katanya.

Yohanis mengatakan, kondom yang diberikan gratis kepada kaum pria itu adalah kondom bantuan dari USAID untuk Papua yang disalurkan melalui LSM Internasional.

Selain kondom untuk pria, kata Yohanis, pihaknya juga menyediakan kondom untuk kaum wanita secara gratis dan kondom tersebut juga banyak diminati kaum wanita, bukan hanya ibu-ibu rumah tangga, tetapi juga para para kaula muda. Mari gunakan kondom!

25.11.08

Kurang Percaya Diri Ditempat Tidur Karena Bentuk Tubuh?

Kurang Percaya Diri Ditempat Tidur Karena Bentuk Tubuh? Beberapa orang baik itu pria maupun wanita sering merasa malu saat harus telanjang bersama pasangannya. Imej negatif pada tubuhnya menjadi penyebab hubungan seksual terkadang menjadi kurang menyenangkan.

Mungkin Anda merasa tubuh Anda tak sebagus model-model yang ada di majalah dan film-film, karena Anda cenderung membandingkan diri Anda dengan sesuatu yang ideal. Ini akan menjadi kendala yang sangat serius untuk mencapai kehidupan seksual yang lebih baik, yang seharusnya pasangan bisa saling berbagi keintiman dan saling terbuka satu sama lain.

Langkah pertama untuk mengatasi rasa malu yang berhubungan dengan imej negatif tubuh anda sendiri adalah dengan mengubah paradigma (kerangka atau cara berpikir) tentang tubuh Anda sendiri. Anda harus memahami bahwa ada berbagai macam ukuran dan bentuk tubuh wanita. Dan tubuh Anda sangat individual. Artinya hanya Anda miliki sendiri, dan pasangan anda mencintai anda bukan hanya berfokus pada bentuk tubuh anda. Secantik dan setampan apapun model akhirnya reot juga bukan?

24.11.08

S.O.S Perkawinan

S.O.S PerkawinanJangan sampai terlambat mengenali tanda-tanda bahaya, dan jangan biarkan ini terjadi pada Anda. Walaupun "hanya" 3 dari pernyataan di bawah ini yang cocok dengan situasi Anda saat ini, perkawinan Anda akan jadi sangat berbahaya dan Anda akan berada dalam masalah serius jika tak segera melakukan perubahan saat ini juga.

1. Setiap kali selesai jam kantor Anda merasa berat, tak bersemangat, dan malas pulang ke rumah dan bertemu pasangan.

2. Anda merasa "takut" bila pasangan mulai mengajak bicara karena Anda merasa pasti akan terjadi sesuatu yang menyakitkan.

3. Hanya sedikit topik pembicaraan yang menyenangkan yang bisa Anda bicarakan dengan pasangan.

4. Hal-hal yang dulu Anda kagumi dari pasangan sekarang berubah menjadi hal yang mengganggu dan menyebalkan.

5. Hal-hal yang menyenangkan, yang biasa Anda berdua lakukan dulu, sekarang tak pernah dilakukan lagi. Atau, bahkan menjadi hal yang tak menyenangkan dan mungkin menyakitkan.

6. Anda merasa pasangan sudah tak mencintai Anda lagi, bahkan membenci Anda.

7. Anda tergoda untuk berselingkuh, bercerai, dan melakukan hal-hal yang tak pantas.

8. Pada saat akan mengambil keputusan-keputusan penting yang berhubungan dengan masalah anak, keuangan, dan bahkan ketika berhubungan seks, Anda memandang pasangan hampir seperti musuh.

9. Anda memberi kritikan, bahkan mempermalukan pasangan (atau sebaliknya) di depan umum, di depan teman-teman, di pesta, atau acara kumpul-kumpul.

10. Perkawinan Anda yang tak bahagia membuat Anda bersikap lebih sinis dan pesimistis terhadap mereka yang memiliki perkawinan yang bahagia.

11. Anda dirundung kesedihan yang mendalam karena perkawinan ini bukanlah merupakan perkawinan yang diharapkan. Anda sangat kecewa dengan perkawinan ini.

12. Apa yang menjadi harapan Anda tampaknya sudah tak lagi memungkinkan.

Biasanya, para pasangan yang mengalami 3 atau lebih dari hal-hal yang disebutkan di atas tidak menganggapnya serius. Bahkan, cenderung menyepelekan, merasakan, dan mencoba mengatasinya, tapi tidak dengan cara yang sungguh-sungguh sehingga ketika semuanya sudah menumpuk jadi terlambat.

Masturbation May Cut Cancer Risk

Masturbation May Cut Cancer RiskYou’ll go blind. You’ll get carpal tunnel syndrome. You’ll lose sensation. You’ll grow hair on your palms. You’ll… lower your chance of getting cancer. In your face, wives' tales.

According to the BBC a study in Australia showed that frequent ejaculation can reduce the risk for prostate cancer. A dude who ejaculated 5 times per week could reduce his risk of p-cancer by a third.

There are 2 theories behind why this works: 1) the nut-busting cleans potentially hazardous material out of the ducts, hence the finishing phrase "these pipes are clean." 2) Blazing frequently may allow the prostate glands to mature and become resilient to carcinogens.

Also we learned that outside of being a cancer magnet and a reason for doctors to probe a grown man’s anus, the prostate produces a fluid that "activates sperm" and keeps them from sticking together.

Berduaan Setelah Menikah? Wajib Hukumnya!

Berduaan Setelah Menikah? Wajib Hukumnya!Banyak pasangan suami istri yang begitu berkeluarga hanya disibukkan oleh rutinitas, letupan letupan asmara yang dirasakan pada saat saat pacaran atau pada masa masa awal pernikahan bisa jadi menghilang begitu saja. Rasa bosan kerap menghinggap dan begitu kuat sehingga mempengaruhi kehangatan dan keharmonisan didalam berkeluraga.

Tanyakan pada diri anda dan pasangan, kapan terakhir kali Anda dan pasangan berlibur hanya berdua saja? Berlibur berdua, tanpa anak atau anggota keluarga lain, amat penting untuk keharmonisan rumah tangga. Ini dia alasan dan bagaimana cara melakukannya dengan tepat.

- Setiap pasangan butuh waktu bersama khusus untuk mengetahui perkembangan masing-masing. Jadi, waktu singkat hanya berdua sungguh sangat berharga untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia.

- Jangan digerogoti rasa bersalah. Biasanya, orang tua khawatir anaknya akan mengalami kecelakaan saat mereka tinggalkan. Perasaan cemas ini akan berubah menjadi rasa bersalah jika mereka melakukannya. Padahal, sebagai orang tua, Anda wajib mengendurkan ketegangan. Agar Anda merasa aman, titipkan anak-anak pada orang yang dipercaya. Pilihan utama adalah orang tua atau anggota keluarga lain.

- Lakukan secara bertahap. Tahap pertama, mungkin bisa berlibur di rumah saja dengan sarapan bersama atau kegiatan lainnya. Agenda berikutnya, makan malam di luar selama beberapa jam saja. Kalau sudah siap, liburan di luar kota bisa dicoba.

- Pertimbangkan usia dan perkembangan anak. Setelah anak berusia 9 bulan, pasangan akan lebih mudah mencuri waktu untuk berlibur berdua karena ketergantungannya pada Anda sudah mulai bisa dialihkan pada pengasuh yang lain.

22.11.08

Alasan Buruk untuk Menikah

Alasan Buruk untuk MenikahPernikahan merupakan sesuatu yang sakral, dan karenanya setiap orang menginginkan pernikahan sekali seumur hidup. Anda tidak ingin hal seperti yang diilustrasikan pada gambar postingan ini terjadi di dalam keluarga Anda bukan? Kenyataannya, banyak perceraian akibat alasan yang salah ketika memutuskan untuk menikah. Inilah beberapa di antaranya

1. "Teman-teman saya banyak yang telah menikah."
2. "Jika tidak menikah dengannya, saya tidak dapat kesempatan lain."
3. "Ah, dia tidak seburuk itu, kok. Hanya doyan perempuan."
4. "Saya sudah terlalu dekat dengannya, jadi saya harus menikah dengannya."
5. "Kami sudah menyewa gedung, menyiapkan gaun, masak sih harus dibatalkan?"
6. "Kalau saya meninggalkannya, katanya dia akan bunuh diri."
7. "Saya tahu dia punya masalah. Tapi saya mencintai dia dan ingin membantunya. Mungkin pernikahan bisa membuatnya berubah."

Jadi, jangan menikah demi alasan yang tidak tepat, karena sekali Anda menikah dan kemudian memiliki anak, resiko yang Anda pertaruhkan sangat besar jika harus terjadi percerain.